PELATIHAN WATER RESCUE BULAN DESEMBER: Kelurahan Bidara Cina RW02, Yon Zikon 14 & Sabhara Rescue Polda Metro Jaya

News No Comments »

10 & 17 Dsember 2011

Menutup tahun 2012, diadakan pelatihan water rescue untuk masyarakat, TNI dan Polri yaitu masyarakat Kelurahan Bidara Cina RW02, anggota Sabhara Rescue Polda Metro Jaya dan anggota TNI Yon Zikon 14 Jakarta Selatan. Dalam kegiatan tersebut, SKPL (Sistem Komando Pengendalian Lapangan) dipaparkan, pemahaman mitigasi bencana, pemahaman menjadi seorang rescuer,  teknik pertolongan dan penyelamatan dalam bencana banjir, teknik Resusitasi Jantung Paru / Bantuan Hidup Dasar, teknik tali temali serta praktek water escue secara keseluruhan.

Khusus warga Kelurahan Bidara Cina RW02 terdiri dari aparatur RT – RW setempat karena mereka ingin membuat Tim Tanggap Bencana untuk menangani bencana banjir di wilayahnya sendiri dengan meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan, dan pengurus RT ini 1/3 nya merupakan kaum wanita (ibu) namun dalam melaksanakan kegiatan baik teori maupun praktek di air, mereka sama bersemangatnya dengan kaum laki-laki.

Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pengawasan penuh dan mengacu pada prinsip zero incident level.

YON ZIKON 14

    

 

 

SABHARA RESCUE

   

  

 

 

 

KELURAHAN BIDARA CINA RW02

 

 

  

 

 

 

  

  

EMERGENCY RESCUE PROGRAM TRAINING OLEH JAKARTA RESCUE PADA PENGELOLA GEDUNG BERTINGKAT DI GMT INSTITUTE

News No Comments »

22 November 2011

Jakarta Rescue memberikan materi pelatihan tentang petunjuk praktis emergency rescue program kepada para pengelola gedung bertingkat yang diselenggarakan oleh GMT Institute. Nara sumber dalam kegiatan tersebut adalah Bp. R. Hadianto W.,SH. Materi yang diberikan adalah tentang program emergency rescue yang perlu dilakukan di gedung bertingkat karena struktur gedung yang bertingkat mengakibatkan jalur ataupun proses evakuasi yang tidak sederhana, ditambah lagi dengan sejumlah isi penghuni lantai dalam gedung tersebut sehingga perlu dipikirkan suatu proses evakuasi yang tidak mencelakakan. Konsep meeting point, general assembly, jalur evakuasi, koordinator evakuasi lantai, building commander, incident manager dan USAR (Urban Search And Rescue) team diperkenalkan. Diharapkan, wacana ini dapat menjadi pemikiran bagi para pengelola gedung bertingkat akan perlunya program pelatihan dalam perhatian akan keselamatan penghuni gedung.

 

 

  

 

 

PELATIHAN WATER RESCUE SCHOOL OF VOLUNTEER UNIVERSITAS INDONESIA

News No Comments »

19-20 November 2011

School of Volunteer Universitas Indonesia meminta Jakarta Rescue untuk melatih kegiatan penyelamatan di air (water rescue). Sejumlah 25 mahasiswa mahasiswi mengikuti pelatihan ini. Kegiatan diawali dengan pemberian teori tentang Situasi kebencanaan di Indonesia khususnya banjir dan mitigasi bencana banjir, dilanjutkan dengan teknik dasar water rescue karena mereka dalam tahapan I (basic). Pada hari II dilakukan praktek di danau UI dengan pengenalan air, teknik rantai hidup, teknik pertolongan dan penyelamatan dengan garry pistol, jim carry dan team carry serta pemberian bantuan hidup dasar (RJP). Penekanan akan perbedaan antara relawan (volunteer) dan rescuer ditekankan disini, yang membedakan kapasitas mereka saat menjadi relawan untuk membagikan logistik misalnya ataupun relawan medis dengan rescuer yang saat ini dipelajari di bidang bencana air (banjir) khususnya. Semoga semangat para mahasiswa ini dapat ditularkan juga pada rekan-rekan mahasiswa yang lain agar dapat menolong sesama dengan loyalitas tanpa batas

 

 

 

 

 

PELATIHAN FLOOR CAPTAIN KEMDIKBUD

News No Comments »

14-16 November 2011

Kemdikbud mengutus 38 peserta dari Kantor Pusat  untuk mengikuti pelatihan tanggap darurat di gedung bertingkat (floor captain). Kegiatan berjalan selama 3 (tiga) hari dan dilaksanakan di Hotel Pitagiri, Palmerah serta simulasi di Gedung Kemdikbud ,Sudirman. Peserta diberikan pemahaman tentang mitigasi becana, situasi bencana di Indonesia, peran dan fungsi floor captain, Basic Life Support, tali temali, aspek mental floor captain, simulasi floor captain, dan duty commitment sebagai seorang floor captain. Simulasi dilaksanakan di Gedung Kemdiknas Gelora Senayan yang membuat peserta menyadari bagaimana seharusnya jalur evakuasi, meeting point, general assembly, dan sikap saat evakuasi dari lantai gedung bertingkat yang tinggi di Jakarta mengalami gempa ataupun efek gempa. Peserta juga melakukan simulasi dalam rumah gempa untuk mengetahui situasi yang dirasakan saat gempa terjadi dan tindakan yang dapat dilakukan saat terjadi gempa. Pelatihan dipimpin langsung oleh Ketua Umum JR R. Hadianto W.,SH beserta tim.

 

 

 

 

   

 

 

 

   

 

PELATIHAN SEA SURVIVAL

News No Comments »

31Oktober – 4 November; 7-11 November 2011

Jakarta Rescue kembali mengadakan pelatihan interna Sea Survival yang dilaksanakan di Setu Babakan (senin-selasa) dan Pelabuhan Ratu (rabu-jumat). Kegiatan dilaksanakan dalam 2 periode, periode I diikuti 20 peserta dan periode II diikuti 15 peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta saat harus melakukan upaya bertahan hidup (survival) di laut bebas saat terjadi insiden di laut. Peserta diberi pemahaman tentang situasi lingkungan laut dan pengaruhnya terhadap manusia, teknik mengambang, teknik menolong korban di laut, teknik melompat (standing jump), teknik menghadapi ombak, mencari makanan survival di lautan dan juga Basic Life Support untuk memberikan bantuan napas dan jantung saat korban nyaris tenggelam. Semua kegiatan dilakukan tanpa melupakan bahwa laut bukanlah lingkungan hidup asli manusia sehingga kehati-hatian, kewaspadaan senantiasa ditingkatkan. Pelatihan dipimpin langsung oleh Ketua Umum JR R. Hadianto W.,SH beserta tim. Seluruh pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan tanpa kejadian yang berbahaya (zero incident level).

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

Jakarta Rescue berpartisipasi dalam pelatihan OSOCC (On Site Operation Coordination Center) INSARAG

News No Comments »

24-28 Oktober  2011

Jakarta Rescue mengikuti pelatihan OSOCC (on Site Operation Coordination Center) yang diadakan oleh INSARAG (International Search And Rescue Advisory Group) bekerjasama dengan  (Australian Indonesian Facility in Disaster Reduction), UN-OCHA (United Nation – Office  of Commisionairre Humanitarian Assistance, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB). Peserta pelatihan berjumlah 20 personil terdiri 4 perwakilan Basarnas, 2 dari Brunei Darussalam, 1 dari Jepang,1 dari Filipina, 2 dari Australia, 1 dari Jakarta Rescue dan Kepala Kepala Bagian dari BNPB serta Kepala Kepala BPBD.

Kegiatan dilaksanakan di Gedung AIFDR Akademi Polisi Semarang, dengan materi pelatihan pembentukan OSOCC, peran UN OCHA, peran INSARAG, peran BNPB, dan dilanjutkan dengan simulasi OSOCC yaitu dengan membentuk OSOCC dalam situasi kebencanaan, pengenalan GPS, stuctural evaluation dan triage, dan debriefing kegiatan.

Maksud dari pelatihan ini adalah bila terjadi kondisi bencana dan membutuhkan bantuan international, OSOCC yang sudah terlatih dapat mempersiapkan segala hal terkait kedatangan tim international dan koordinasi antara international dengan tingkat lokal.

 

 

 

  

 

 

 

Pengenalan dasar rescue diktuk brigadir polisi sabhara metro jaya

News No Comments »

21-22 Oktober 2011 Jakarta Rescue melaksanakan kegiatan penutupan pembinaan tradisi fungsi Sabhara untuk Bintara Remaja lulusan Diktuk Brigadir Polisi tahun 2011 sebanyak 45 polisi laki-laki dan 12 polisi wanita di Situ Babakan Jakarta Selatan. Dalam kegiatan tersebut, ke57 polisi diberi pendidikan dasar rescue sebagai pengenalan awal diantaranya penggunaan life saving jacket, penggunaan pelampung, string line, life chains, mengambang dan garry pistol. Pada malam hari, mereka dibagi dalam 5 kelompok besar dan melakukan long tracking dari basecamp setu babakan menuju polda metro jaya. Tracking dimulai pukul 20.00 dan tiba di Polda Metro jaya pukul 03.00. Kegiatan ditutup dengan upacara pembaretan pada anggota Sabhara yang baru dan pemberian sertifikat pengargaan kepada Jakarta Rescue yang telah melatih Sabhara Rescue. Upacara dan pemberian penghargaan dilaksanakan langsung oleh Direktur sabhara Kombes Pol drs Priyo Mujihad yang diserahterimakan kepada Ketua Umum Jakarta Rescue Bp. R. Hadianto W.,SH

  

 

       

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sosialisasi dan simulasi sistem komando pengendalian lapangan serta pelatihan anjing pelacak Sabhara Rescue Polda Metro Jaya

News 1 Comment »

I.                   SOSIALISASI SISTEM KOMANDO PENGENDALIAN LAPANGAN

Jakarta Rescue mengadakan sosialisasi SKPL pada 25 September 2011 kepada seluruh perwakilan Jakarta Rescue di 5 wilayah Jakarta, Depok, Tangerang Selatan, Al Fattah, Kemdiknas, RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia). Dalam sosialisasi yang dilaksanakan selama 7 jam (pukul 9-12; dilanjutkan pukul 14-17) dilakukan pemberian materi secara ringkas-sederhana mengenai definisi SKPL, organisasi SKPL, penyusunan RKKD (Rencana Kegiatan Kejadian Darurat) serta operasional SKPL. Dalam kegiatan tersebut, direncanakan suatu simulasi untuk penerapan SKPL yang akan dilaksanakan dalam kerjasama dengan Sabhara Rescue Polda Metro Jaya yang akan berperan dalam operasional pada simulasi tersebut.

 

II.       PELATIHAN TIM ANJING PELACAK SABHARA RESCUE POLDA METRO JAYA

5 anggota Sabhara Resue Polda Metro Jaya beserta 1 pengawas mengikuti kegiatan pelatihan handling anjing pelacak di Jakarta Rescue mulai 23-24 dan 26-30 September 2011. Peserta mendapatkan materi mengenai kepatuhan (obedience) dan agility (ketangkasan) anjing. Peserta diperkenalkan tentang karakter, perilaku dan mindset anjing. Perintah kepatuhan diajarkan dan dipraktikkan (sit,shake hand, down,sleep, up, hill, stop, no) dalam 3 hari pertama (pukul 09-12, dilanjutkan pukul 13-16). Pada hari selanjutnya, peserta mulai mempraktikkan pelacakan dengan menggunakan alat bantu berupa bola, kain, boneka, sampai dengan manusia yang bersembunyi. Dalam kegiatan tersebut, kelima peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan kerjasama dengan instruktur serta anjing pelacak dapat terlaksana dengan baik.

          

III.    SIMULASI SISTEM KOMANDO PENGENDALIAN LAPANGAN KERJASAMA JAKARTA RESCUE DAN SABHARA RESCUE POLDA METRO JAYA

Kegiatan simulasi SKPL yang telah direncanakan di Minggu 25 September ditindaklanjuti dengan pemetaan area serta pengurusan ijin pelatihan pada Selasa 27 September ke daerah Citeko, Cisarua. Pelaksanaan simulasi dilaksanakan di hari Sabtu, 1 Oktober 2011 disaksikan oleh Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Bp. Dr. Abdullah Makey dan Komisaris Polisi Wagimin dari Polda Metro Jaya. Dalam simulasi, digambarkan jatuhnya pesawat Cassa 212 di area Citeko , kaki gunung Gede dan hilang 2 korban, anak-anak dan dewasa. Tim pelacak dan evakuasi (di bawah Kepala Bagian Operasional) akan melakukan pencarian dengan menggunakan anjing pelacak.

 Mekanisme simulasi:

  • Diawali dengan rapat ketua KPL (komando terpadu) beserta staf komando, penentuan sasaran telah dibuat. Setelah itu, staf umum dipanggil untuk bersama-sama menentukan strategi dan taktis yang diperlukan.
    • Staf umum memerintahkan elemen di bawahnya untuk melakukan tugas sesuai dengan posisi masing masing
    • Setelah brifing diberikan, kegiatan simulasi dilaksanakan
    • Periode operasi dimulai pukul 09.00-12.00, dengan wilayah pencarian seluas 1,2km x 200meter.
      • Selama pencarian, satgas pencarian dan satgas evakuasi melakukan operasional di titik terjauh dicurigai jatuhnya pesawat dengan menggunakan kendaraan operasional anjing pelacak. Sesampainya di diameter 200 meter pada titik akhir pencarian, satgas pencarian dengan anjing pelacak mulai bergerak. Mereka membagi diri menjadi dua kelompok kecil yang masing masing terdiri dari 1handler dan 1anjing pelacak (Rotweiller dan Labrador Retriever), evaluator dan 1 supervisor. Pada area 200×200 meter dalam 30 menit pertama, anjing pelacak mengendus menuju pada arah yang sama tapi tidak ditemukan apapun.  Setelah melewati periode istirahat, anjing pelacak berhasil menemukan posisi boneka yang disembunyikan diantara pohon teh dengan bau spesifik yang diendus oleh anjing pelacak Jakarta Rescue.Jenis anjing yang menemukan adalah jenis Rotweiller. Kegiatan pelacakan dihentikan pukul 12.15 dengan status boneka (dianggap anak) meninggal dan membutuhkan kantong mayat dan mobil ambulans.
      • Sementara itu, di KPL, diuji kapasitas masing-masing petugas dari staf umum dan staf komando dengan memberikan pertanyaan maupun memberikan situasi nyata yang mungkin terjadi di lapangan / kondisi nyata. Adanya kunjungan instansi tertentu, adanya wartawan, warga yang ingin tahu, pengacau, bahkan sampai dengan penyerobotan penggunaan sumber daya yang semestinya hanya digunakan untuk operasional kejadian darurat saat itu saja, disimulasikan dan respon dari pelaku SKPL ini dipantau oleh pengawas dan orang-orang yang telah ditentukan untuk mengevaluasi proses SKPL ini.
      • setelah istirahat makan siang, dilakukan proses evaluasi dari seluruh rangkaian kegiatan simulasi SKPL ini.

       EVALUASI SIMULASI SKPL:

      • Penentuan KPL terpadu sudah dilakukan tapi partisipasi dari masing-masing KKPL masih kurang berjalan sehingga tampak ada peran mendominasi yang seharusnya peran ini terbagi rata
      • Lokasi KPL ternyata tidak aman karena berulang ulang terjadi penerobosan oleh pihak yang tidak berkepentingan sementara struktur dari SKPL tidak mampu melakukan pencegahan  ataupun intervensi
      • Penentuan sasaran, strategi dan taktis masih perlu ditingkatkan lagi terutama terfokus pada masalah / kejadian darurat yang terjadi
      • Penentuan sumber daya yang semestinya berasal dari penterjemahan strategi dan taktis masih perlu dikoordinasikan lagi, agar tidak terlepas hubungan antara perencanaan, operasional dan logistik
      • Sumber daya ada yang disalahgunakan oleh pihak yang tidak berkepentingan, kurang ketatnya penjagaan sumber daya dalam hal ini disinggung (karena perlu untuk pelaksanaan manajemen kejadian darurat)
      • Kualitas peralatan maupun sumber daya yang disediakan oleh bagian Logistik perlu diperiksa kembali (kesiapan, kualitas dan keberfungsiannya) seperti Handy talky, tali, mobil dll

  

 

 

 

       

 

 

 

Jakarta Rescue mendapat Master Instruktur dalam pelatihan sistem komando pengendalian lapangan dari ICITAP

News No Comments »

12 September 2011

Jakarta Rescue mengikuti pelatihan Sistem Komando Pengendalian Lapangan yang diadakan oleh ICITAP (International Criminal Investigation Training Assistance Program) dari Department of Justice dan US Embassy bekerjasama dengan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana. Kegiatan tersebut diadakan pada tanggal 12-16 September 2011 di Hotel Gran Mahakam Jakarta.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana di bawah pimpinan Bapak Andi Arif. Para peserta dari kegiatan pelatihan ini berasal dari asisten staf khusus presiden bidang bantuan sosial dan bencana, Jakarta Rescue (7 personil), GREAT ITB (Graduate Reseasrch on Earthquake and Active Tectonic), Mahasiswa program S2 Geologi dan BPBD Garut .

Dalam kegiatan tersebut diberikan materi dan praktek (simulasi) serta ujian di hari Jumat mengenai Sistem Komando Pengendalian Lapangan yang dapat diterapkan di dalam situasi darurat baik terencana (demonstrasi) maupun tidak terencana seperti bencana , kerusuhan dll, tata cara permintaan sumber daya baik manusia maupun peralatan, perencanaan sistem operasional yang tertata, pemetaan kegiatan dan yang utama adalah penentuan sasaran, strategi dan taktik untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Diharapkan, pelaksanaan penanggulangan bencana menjadi lebih spesifik, tidak bersifat sangat umum dan tidak membuang-buang waktu, biaya serta jumlah tenaga yang dikeluarkan. Mekanisme sistem komando pengendalian terpadu menjadi kekuatan yang ditonjolkan untuk menjembatani masalah koordinasi dari penanganan situasi darurat khususnya kebencanaan.

Semua peserta dari JR berhasil mengikuti kegiatan pelatihan ini dengan baik dan menjadi Master Instruktur. Sesuatu yang membanggakan. .

  

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PELATIHAN WATER BOM JAKARTA

News No Comments »

8 Agustus 2011

Sejumlah 24 personil dari Water Bom Jakarta mengikuti pelatihan untuk memperbaharui sertifikasi Resusitasi Jantung Paru. Kegiatan dilakukan di lokasi (in house training) dengan menggunakan metode terbaru dari AHA 2010 (American Heart Association) yang mengutamakan untuk melakukan tindakan sirkulasi terlebih dahulu kemudian airway dan breathing. Para peserta melakukan kegiatan tersebut dengan seksama, dengan pemberian materi di pagi hari dan praktek serta ujian praktek di siang-sore hari sampai denganpukul 16.00. Walaupun kegiatan dilaksanakan di bulan puasa namun para peserta tidak mengalami kekenduran dalam belajar hingga pelatihan berakhir. Semua peserta yang mengikuti kegiatan ini mendapat predikat baik dan lulus.

        

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in