PT.TASPEN (Persero) divisi renbang bisnis menyelenggarakan safety talk dengan pembicara dari Jakarta Rescue pada tanggal 12 Oktober 2010. Safety talk khusus terkait mitigasi praktis di kantor / gedung bertingkat pada bencana gempa. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 30 personil. Topik pertama adalah mengenai bencana alam di Indonesia khususnya pulau Jawa dimana Jakarta berlokasi, kemudian mitigasi praktis gempa bumi di rumah tangga serta kantor / gedung bertingkat dan prosedur evakuasi diikuti dengan simulasi evakuasi keluar gedung sampai bertemu di tempat berhimpun (assembly point). Jakarta Rescue menghadirkan 3 pembicara yaitu R. Hadianto W.,SH selaku ketua umum Jakarta Rescue, Fitriana dan Supriyadi. Pada saat itu juga sekaligus diperkenalkan unit baru di Jakarta Rescue yaitu hipnodisaster yang merupakan penerapan teknik hipnoterapi yang diperuntukkan kasus-kasus trauma mental paska bencana (post traumatic disorder syndrome). Korban diharapka dapat kembali berfokus / berkonsentrasi serta melalui alam bawah sadarnya mereparasi diri mereka sendiri sehingga dapat lebih siap untuk melangkah ke depan.
Safety talk ini diharapkan dapat membekali karyawan PT.TASPEN (Persero) dalam melakukan mitigasi kebencanaan (pengurangan resiko bencana gempa semaksimanl mungkin), baik di rumah tangga, kantor ataupun gedung bertingkat. Kepala Divisi PT.TASPEN Persero Bapak Pasek Suarta menyatakan antusiasmenya agar materi seperti ini dapat diingatkan pada seluruh anggota keluarga / kantor agar dapat terselamatkan dalam situasi gempa.
Pelatihan floor captain Bank Indonesia angkatan III-IVMelanjutkan pelatihan floor captain pada 2 angkatan sebelumnya, Bank Indonesia kembali mengirimkan sejumlah 44 peserta yang mengikuti pelatihan pada tanggal 22-24 September 2010 dan 65 peserta pada tanggal 29-30 September serta 1 Oktober, bertempat di Bank Indonesia dan Hotel Grand Pesona. Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan dan registrasi serta pembagian perlengkapan pelatihan di Bank Indonesia Kebun Sirih, dilanjutkan pembukaan oleh DIrektur Direktorat Logistik dan Pengamanan Bapak Lukman Boenjamin didampingi oleh Kepala Biro Pengamanan. Selanjutnya adalan pemberian materi bencana alam di Indonesia serta mitigasi bencana dilanjutkan dengan analisa lingkungan kerja (dry mapping) yaitu memotret area lingkungan kerja (lantai dimana para floor captain bertugas) untuk menganalisa tidak terhambatnya jalur evakuasi, meeting point (tempat berhimpun sementara) bebas dari segala barang-barang dan area tempat berlindung di bawah meja luang (kosong) sehingga memungkinkan untuk berlindung.Setelah itu pelatihan dilanjutkan ke Hotel Grand Pesona Cimande. Kegiatan / materi yang dilakukan adalah pembinaan kerjasama, kepemimpinan melalui team building (blind stick), pengelolaan konflik, kompetensi serta kemampuan untuk berubah (Conflict, Competency, Change Management). Selain itu juga dilatih kemampuan intuisi seorang floor captain, ketelitian, kecekatan, keberanian dan ketegasan melalui permainan outbound (spider web, evils walk, titian bamboo serta flying fox). Materi mengenai floor captain diperkuat juga dengan simulasi evakuasi dan peran seorang floor captain pada situasi gempa. Ketahanan fisik tetap dipertahankan melalui olahraga pagi, serta tidak lupa kekuatan mental melalui sholat / beribadah, demikian juga penguatan secara psiokologis. Kemampuan floor captain juga dibekali dengan keterampilan tambahan tali temali (untuk menguasai 9 simpul dasar) serta medica emergency (basic life support). Seluruh keterampilan, dan pengetahuan materi serta sikap ini diharapkan dapat membina kapasitas intelektual, keterampilan dan sikap seorang floor captain.Pada acara api unggun, para floor captain ini dikukuhkan dalam duty commitment dimana mereka secara ikhlas, berani dan jujur berketetapan hati untuk menjadi seorang floor captain, melayani sesame dengan loyalitas tanpa batas. Pada hari ke-III, analisa lingkungan kerja (dry mapping) didiskusikan dalam diskusi panel untuk dapat memberikan gambaran lingkungan kerja bagi para floor captain di kantor tempat kerja mereka baik di kantor cabang maupun kantor pusat. Acara ditutup oleh Bapak Maman Rachmanto (pada angkatan III) dan Bapak Suharjo Nasution (pada angkatan IV), disertai penyerahan sertifikat secara simbolik serta pemberian penghargaan pada peserta terbaik. Diharapkan dengan terselesaikannya kegiatan pelatihan floor captain angkatan I-IV dapat dilanjutkan ke tahapan berikutnya sehingga kapasitas diri mereka sebagai seorang floor captain dapat betul-betul ditingkatkan dan kesiapan untuk melayani orang lain dalam suasana gempa dapat sungguh dilakukan dengan berni , jujur dan ikhlas.
Anjing-anjing pelacak Jakarta Rescue kini telah berjumlah 10 ekor terdiri dari 3 German Shepherd asal Jerman, Amerika dan Australia, 3 Golden Retriever asal Eropa (2) dan Amerika (1), 2 Labrador Retriever, 1 Collie asal Inggris dan 1 Rotweiller Jerman.
Dari ke-10 anjing tersebut, 6 ekor telah berkemampuan melacak cadaver (mayat) dan orang hilang (hidup). Pelatihan ini terus ditingkatkan dari mulai obedience hingga agility. Obedience dilatih dari pelatih anjing pelacak Brimob dan agility dilatih langsung oleh Ketua Umum Jakarta Rescue, R. Hadianto W.,SH.
Kemampuan pencarian telah diuji berkali-kali selama 2 bulan berturut-turut. Tentunya diharapkan unit K-9 ini akan mengukir prestasi . 4 ekor anjing yang lain sedang dalam tahap pelatihan obedience.
Recent Comments