Sosialisasi dan simulasi sistem komando pengendalian lapangan serta pelatihan anjing pelacak Sabhara Rescue Polda Metro Jaya

News 1 Comment »

I.                   SOSIALISASI SISTEM KOMANDO PENGENDALIAN LAPANGAN

Jakarta Rescue mengadakan sosialisasi SKPL pada 25 September 2011 kepada seluruh perwakilan Jakarta Rescue di 5 wilayah Jakarta, Depok, Tangerang Selatan, Al Fattah, Kemdiknas, RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia). Dalam sosialisasi yang dilaksanakan selama 7 jam (pukul 9-12; dilanjutkan pukul 14-17) dilakukan pemberian materi secara ringkas-sederhana mengenai definisi SKPL, organisasi SKPL, penyusunan RKKD (Rencana Kegiatan Kejadian Darurat) serta operasional SKPL. Dalam kegiatan tersebut, direncanakan suatu simulasi untuk penerapan SKPL yang akan dilaksanakan dalam kerjasama dengan Sabhara Rescue Polda Metro Jaya yang akan berperan dalam operasional pada simulasi tersebut.

 

II.       PELATIHAN TIM ANJING PELACAK SABHARA RESCUE POLDA METRO JAYA

5 anggota Sabhara Resue Polda Metro Jaya beserta 1 pengawas mengikuti kegiatan pelatihan handling anjing pelacak di Jakarta Rescue mulai 23-24 dan 26-30 September 2011. Peserta mendapatkan materi mengenai kepatuhan (obedience) dan agility (ketangkasan) anjing. Peserta diperkenalkan tentang karakter, perilaku dan mindset anjing. Perintah kepatuhan diajarkan dan dipraktikkan (sit,shake hand, down,sleep, up, hill, stop, no) dalam 3 hari pertama (pukul 09-12, dilanjutkan pukul 13-16). Pada hari selanjutnya, peserta mulai mempraktikkan pelacakan dengan menggunakan alat bantu berupa bola, kain, boneka, sampai dengan manusia yang bersembunyi. Dalam kegiatan tersebut, kelima peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan kerjasama dengan instruktur serta anjing pelacak dapat terlaksana dengan baik.

          

III.    SIMULASI SISTEM KOMANDO PENGENDALIAN LAPANGAN KERJASAMA JAKARTA RESCUE DAN SABHARA RESCUE POLDA METRO JAYA

Kegiatan simulasi SKPL yang telah direncanakan di Minggu 25 September ditindaklanjuti dengan pemetaan area serta pengurusan ijin pelatihan pada Selasa 27 September ke daerah Citeko, Cisarua. Pelaksanaan simulasi dilaksanakan di hari Sabtu, 1 Oktober 2011 disaksikan oleh Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Bp. Dr. Abdullah Makey dan Komisaris Polisi Wagimin dari Polda Metro Jaya. Dalam simulasi, digambarkan jatuhnya pesawat Cassa 212 di area Citeko , kaki gunung Gede dan hilang 2 korban, anak-anak dan dewasa. Tim pelacak dan evakuasi (di bawah Kepala Bagian Operasional) akan melakukan pencarian dengan menggunakan anjing pelacak.

 Mekanisme simulasi:

  • Diawali dengan rapat ketua KPL (komando terpadu) beserta staf komando, penentuan sasaran telah dibuat. Setelah itu, staf umum dipanggil untuk bersama-sama menentukan strategi dan taktis yang diperlukan.
    • Staf umum memerintahkan elemen di bawahnya untuk melakukan tugas sesuai dengan posisi masing masing
    • Setelah brifing diberikan, kegiatan simulasi dilaksanakan
    • Periode operasi dimulai pukul 09.00-12.00, dengan wilayah pencarian seluas 1,2km x 200meter.
      • Selama pencarian, satgas pencarian dan satgas evakuasi melakukan operasional di titik terjauh dicurigai jatuhnya pesawat dengan menggunakan kendaraan operasional anjing pelacak. Sesampainya di diameter 200 meter pada titik akhir pencarian, satgas pencarian dengan anjing pelacak mulai bergerak. Mereka membagi diri menjadi dua kelompok kecil yang masing masing terdiri dari 1handler dan 1anjing pelacak (Rotweiller dan Labrador Retriever), evaluator dan 1 supervisor. Pada area 200×200 meter dalam 30 menit pertama, anjing pelacak mengendus menuju pada arah yang sama tapi tidak ditemukan apapun.  Setelah melewati periode istirahat, anjing pelacak berhasil menemukan posisi boneka yang disembunyikan diantara pohon teh dengan bau spesifik yang diendus oleh anjing pelacak Jakarta Rescue.Jenis anjing yang menemukan adalah jenis Rotweiller. Kegiatan pelacakan dihentikan pukul 12.15 dengan status boneka (dianggap anak) meninggal dan membutuhkan kantong mayat dan mobil ambulans.
      • Sementara itu, di KPL, diuji kapasitas masing-masing petugas dari staf umum dan staf komando dengan memberikan pertanyaan maupun memberikan situasi nyata yang mungkin terjadi di lapangan / kondisi nyata. Adanya kunjungan instansi tertentu, adanya wartawan, warga yang ingin tahu, pengacau, bahkan sampai dengan penyerobotan penggunaan sumber daya yang semestinya hanya digunakan untuk operasional kejadian darurat saat itu saja, disimulasikan dan respon dari pelaku SKPL ini dipantau oleh pengawas dan orang-orang yang telah ditentukan untuk mengevaluasi proses SKPL ini.
      • setelah istirahat makan siang, dilakukan proses evaluasi dari seluruh rangkaian kegiatan simulasi SKPL ini.

       EVALUASI SIMULASI SKPL:

      • Penentuan KPL terpadu sudah dilakukan tapi partisipasi dari masing-masing KKPL masih kurang berjalan sehingga tampak ada peran mendominasi yang seharusnya peran ini terbagi rata
      • Lokasi KPL ternyata tidak aman karena berulang ulang terjadi penerobosan oleh pihak yang tidak berkepentingan sementara struktur dari SKPL tidak mampu melakukan pencegahan  ataupun intervensi
      • Penentuan sasaran, strategi dan taktis masih perlu ditingkatkan lagi terutama terfokus pada masalah / kejadian darurat yang terjadi
      • Penentuan sumber daya yang semestinya berasal dari penterjemahan strategi dan taktis masih perlu dikoordinasikan lagi, agar tidak terlepas hubungan antara perencanaan, operasional dan logistik
      • Sumber daya ada yang disalahgunakan oleh pihak yang tidak berkepentingan, kurang ketatnya penjagaan sumber daya dalam hal ini disinggung (karena perlu untuk pelaksanaan manajemen kejadian darurat)
      • Kualitas peralatan maupun sumber daya yang disediakan oleh bagian Logistik perlu diperiksa kembali (kesiapan, kualitas dan keberfungsiannya) seperti Handy talky, tali, mobil dll

  

 

 

 

       

 

 

 

Jakarta Rescue mendapat Master Instruktur dalam pelatihan sistem komando pengendalian lapangan dari ICITAP

News No Comments »

12 September 2011

Jakarta Rescue mengikuti pelatihan Sistem Komando Pengendalian Lapangan yang diadakan oleh ICITAP (International Criminal Investigation Training Assistance Program) dari Department of Justice dan US Embassy bekerjasama dengan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana. Kegiatan tersebut diadakan pada tanggal 12-16 September 2011 di Hotel Gran Mahakam Jakarta.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana di bawah pimpinan Bapak Andi Arif. Para peserta dari kegiatan pelatihan ini berasal dari asisten staf khusus presiden bidang bantuan sosial dan bencana, Jakarta Rescue (7 personil), GREAT ITB (Graduate Reseasrch on Earthquake and Active Tectonic), Mahasiswa program S2 Geologi dan BPBD Garut .

Dalam kegiatan tersebut diberikan materi dan praktek (simulasi) serta ujian di hari Jumat mengenai Sistem Komando Pengendalian Lapangan yang dapat diterapkan di dalam situasi darurat baik terencana (demonstrasi) maupun tidak terencana seperti bencana , kerusuhan dll, tata cara permintaan sumber daya baik manusia maupun peralatan, perencanaan sistem operasional yang tertata, pemetaan kegiatan dan yang utama adalah penentuan sasaran, strategi dan taktik untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Diharapkan, pelaksanaan penanggulangan bencana menjadi lebih spesifik, tidak bersifat sangat umum dan tidak membuang-buang waktu, biaya serta jumlah tenaga yang dikeluarkan. Mekanisme sistem komando pengendalian terpadu menjadi kekuatan yang ditonjolkan untuk menjembatani masalah koordinasi dari penanganan situasi darurat khususnya kebencanaan.

Semua peserta dari JR berhasil mengikuti kegiatan pelatihan ini dengan baik dan menjadi Master Instruktur. Sesuatu yang membanggakan. .

  

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PELATIHAN WATER BOM JAKARTA

News No Comments »

8 Agustus 2011

Sejumlah 24 personil dari Water Bom Jakarta mengikuti pelatihan untuk memperbaharui sertifikasi Resusitasi Jantung Paru. Kegiatan dilakukan di lokasi (in house training) dengan menggunakan metode terbaru dari AHA 2010 (American Heart Association) yang mengutamakan untuk melakukan tindakan sirkulasi terlebih dahulu kemudian airway dan breathing. Para peserta melakukan kegiatan tersebut dengan seksama, dengan pemberian materi di pagi hari dan praktek serta ujian praktek di siang-sore hari sampai denganpukul 16.00. Walaupun kegiatan dilaksanakan di bulan puasa namun para peserta tidak mengalami kekenduran dalam belajar hingga pelatihan berakhir. Semua peserta yang mengikuti kegiatan ini mendapat predikat baik dan lulus.

        

JR dalam International SAR Forum dan INSARAG Asia Pacific Regional Meeting

News No Comments »

18-22 Juli 2011

Jakarta Rescue mengirimkan 6 anggota sebagai delegasi dalam pertemuan International SAR Forum yang berlangsung tanggal 19-20 Juli 2011 dan dilanjutkan dengan pertemuan INSARAG (International SAR Advisory Group) Asia Pacific Regional Meeting tanggal 21-22 Juli 2011.

Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh 143 peserta dari 20 negara dan7 organisasi.Tujuan dari forum ini adalah memperkuat koordinasi dan kerjasama nasional, regional dan internasional dari organisasi SAR kebencanaan. Acara diresmikan oleh Menkokesra Bp Agung Laksono sekaligus meresmikan  pencanangan SAR goes to school yang bertujuan meningkatkan kesadaran komunitas melalui program pendidikan di berbagai tingkat di sekolah.Materi yang disampaikan terdiri dari standar global INSARAG, Disaster Risk Reduction and Community Preparedness, kerjasama regional SAR di Asia, dan mekanisme operasional SAR di ASEAN.

Diharapkan dengan kegiatan ini,kerjasama antar pemerintah dengan organisasi non pemerintahan dapat berjalan dengan sistem koordinasi yang lebih baik khususnya dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Penekanan akan pentingnya Urban Search And Rescue dan Metodologi INSARAG yang dianut oleh INSARAG juga ditampilkan dalam upaya memberikan pertolongan dengan keseragaman pola pikir dan pola tindak secara internasional.

          

   

 

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in