BNI 46, IPB , Jakarta Rescue dan BNPB menandatangani MoU (nota kesepahaman)

News No Comments »

22 Juni 2012

BNI 46, IPB dan Jakarta Rescue menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Penandatanganan itu menunjukkan secara resmi perjanjian kemitraan secara tertulis antara masing -masing pihak dengan BNPB dalam hal penanggulangan bencana di Indonesia meskipun selama ini koordinasi dan kerjasama telah berlangsung. Harapannya setelah ditandatanganninya MoU ini, setiap pihak secara resmi dapat berlaku sebagai mitra resmi dan bekerjasama dalam penanggulangan bencana, melakukan sinergi yang berkesinambungan dalam kemanusiaan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Utama BNPB Bp. Ir. Fatchul Hadi, Dipl. HE dan ketua Umum Jakarta Rescue Bp. R. Hadianto W.,SH, MSi.

Untuk selanjutnya, kemitraan dengan Jakarta Rescue dapat meningkatkan juga keterlibatan Jakarta Rescue dalam membantu membina ataupun melatih para rescuer yang berada di daerah yang menjadi kendali BPBD sehingga pengetahuan dan keterampilan para rescuer dapat semakin merata dan meningkat dan menjadikan kualitas pertolongan efektif dan efisien saat dibutuhkan.

Salam rescuer

            

SEA SURVIVAL TRAINING

News No Comments »

4-22 Mei 2012

Jakarta Rescue mengadakan pelatihan sea survival training untuk perusahaan yang telah berlangsung selama 3 minggu berturut-turut dengan total peserta sejumlah 33 personil. Kegiatan tersebut dilakukan selama 5 hari setiap  minggunya, meliputi 2 hari I berupa teori dan praktik di danau situ babakan, Jakarta Selatan dan 3 hari selanjutnya berupa praktik di Pelabuhan Ratu.Materi kelas berisi tentang teknik sea survival, makanan, minuman bertahan hidup, dan niat untuk hidup, serta keterampilan dan pengetahuan untuk bertahan hidup. Pada saat praktek di setu babakan, simulasi teknik untuk mempersiapkan diri sebelum terjun ke laut dipersiapkan, sehingga peserta sudah dapat beradaptasi. Teknik teknik tersebut diantaranya teknik roll off dan standing jump, teknik cincin, teknik rantai hidup, teknik paddle dog dan aplikasi tali temali, basic life support, teknik pertolongan dan penyelamatan dengan garry pistol, jim carry dan garry pistol.

Kegiatan di laut dimulai di dini hari Kamis dengan melatih pernapasan, teknik terjang ombak, menghadapi ombak tanpa pelampung dan penyeberangan basah 2500m, teknik standing jump dan cincin serta rantai hidup di laut. Sore hari dilanjutkan dengan teknik mencari makanan di laut untuk bertahan hidup. Setelah evaluasi dan acara santai  di malam hari, kegiatan ditutup pada hari Jumat pagi dan kembali ke Jakarta.

Seluruh peserta melakukan kegiatan dengan penuh semangat dan berjalan lancar tanpa gangguan kesehatan, sesuai dengan misi jakarta Rescue dalam setiap kegiatan yaitu Zero Incident Level. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat dalam kehidupan nyata.

Salam rescue, selamat bertahan hidup!

                                           

INSARAG EARTHQUAKE SIMULATION EXERCISE TRAINING on ASIA PACIFIC REGIONAL

News No Comments »

29 Mei-1 Juni 2012

INSARAG (International Search And Rescue Advisory Group) earthquake simulation exercise training diselenggarakan di Padang, Sumatera Barat pada 29 Mei – 1 Juni 2012. Kegiatan tersebut diikuti oleh 250 peserta dari 25 negara dan Jakarta Rescue sebagai tim rescue nasional non government organization (NGO) mengikuti kegiatan ini untuk kedua kalinya (yang pertama diikuti tahun 2009 di Nepal) dan mengirimkan 6 delegasi dipimpin langsung oleh Ketua Umum Jakarta Rescue Bp R. Hadianto W.,SH.

TIm internasional yang mengikuti kegiatan diantaranya dari USA, New Zealand, Australia, Cina, Jepang, Mongolia, Uni Emirat Arab, Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, India, Pakistan, Bangladesh, Perancis, Inggris, Jerman, Nepal, Chile, Fiji, Kuwait, Norway, Korsel, Swedia, dan Indonesia sendiri sebagai tuan rumah. Dari pihak nasional, BNPB, BPBD, Basarnas, Jakarta Rescue, Basarda Padang dan relawan PMI.

Dalam kegiatan di hari pertama, pembukaan dilakukan oleh Kepala Basarnas Bp Marsekal Daryatmo, Gubernur Sumatera Barat dan dilanjutkan dengan foto bersama regional Eropa, Asia Pasifik dan Amerika. Setelah itu, BNPB mempresentasikan mengenai situasi kebencanaan di Indonesia, dilanjutkan dengan kesiapsiagaan ASEAN melalui asesmen dan koordinasi serta UN OCHA Indonesia mengenai koordinasi bantuan kemanusiaan Urban Search And Rescue maupun Humanitarian Assistance lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari INSARAG tentang signifikansi dari tim USAR Internasional, mekanisme manajemen informasi serta metodologi. Pada sore hari I, peserta telah dibagi menjadi beberapa kelompok untuk tim Internasional, tim Nasional, OSOCC (On Site Operation Coordination Centre), LEMA (Local Emergency Management Authority) yaitu BNPB dan pemerintah propinsi, UNDAC (UN Disaster Assessment Coordination). Di tim nasional, perubahan dalam metodologi INSARAG disosialisasikan terutama mengenai site marking.

Pada hari II, tim nasional dan tim internasional melakukan pengkajian ke situational room (ruangan yang disimulasikan untuk area bencana), korodinasi dilakukan antara OSOCC dengan LEMA untuk kemudian dilanjutkan ke tim internasional dan nasional. Di sore hari, tim USAR nasional dan internasional melakukan kunjungan (site visit) ke area bencana sekaligus memraktekkan metodologi INSARAG dalam hal asesmen struktural pada gedung yang mengalami keruntuhan.

Kegiatan ditutup dengan debriefing (evaluasi) dari INSARAG, LEMA, OSOCC, tim USAR nasional dan internasional. Diharapkan dengan kegiatan ini, pemahaman akan persepsi yang sama tentang pengelolaan bencana gempa secara internasional dapat terlaksana dengan baik di Indonesia.

                               

    

 

 

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in